Pacet News. Gaung diresmikannya Institut Pesantren KH Abdul Chalim (selanjutnya di tulis IKHAC) menjadi daya tawar tersendiri khususnya dunia akademis Indonesia. Peresmian tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2017 menjadi embriologi IKHAC bersaing dengan kampus lain di penjuru Indonesia lebih-lebih kampus dunia. Peresmian IKHAC ditandai hadirnya Direktur Jendral Pendidikan Islam Republik Indonesia, DIRJEN PENDIS RI, Prof. Dr. Phil. H. kamarudin Amin. MA. beserta rombongan ke IKHAC Pacet Mojokerto serta disambut oleh Rektor IKHAC beserta pengasuh pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Dalam sambutan perdanya, Dirjen Pendis RI mengatakan IKHAC idealnya dan seharusnya bisa mengimbangi perguruan tinggi dunia seperti Al-Azhar di Mesir, Sorborn di Perancis, Leiden di Belanda, Oxford di Amerika Serikat dengan mengimplementasikan membaca referensi/literasi internasional. Tentunya literasi di sini adalah bagaimana mahasiswa IKHAC menggunakan bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda lebih-lebih bahasa Perancis sebagai bahasa literasi. Setiap buku harus berbahasa dunia. Dengan demikian, eksistensi IKHAC di kancah dunia tidak akan dipandang sebelah mata lebih-lebih diremehkan. Tutur pria berbatik tersebut.

Dr. KH Asep Saifuddin Chalim. MA selaku pengasuh pesantren Amanatul Ummah menegaskan di sela-sela sambutannya, bahwa IKHAC harus menjadi kampus berdaya saing global dengan menggunakan strategi yang up to date. IKHAC merupakan salah satu perguruan tinggi yang memberikan materi entreprenuer pada setiap program studi serta diberikan pendidikan berbasis teknologi, akuntansi, bahasa arab, bahasa inggris dengan tujuan menjadikan Institut Agama Islam terkemuka dalam menciptakan sumber daya manusia berwawasan dan berkemampuan global berlandaskan Ahlu sunnah wal jama’ah, unggul, utuh dan berjiwa mandiri.
Dengan nada yang agak tinggi, keras dan tegas, Kiai Asep menegaskan kepada mahasiswa-mahasiswi program pascasarjana bahwa IKHAC merupakan cikal bakal universitas yang terlahir dari cita-cita luhur untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berskala internasional sejajar dengan al Azhar di Mesir, Harvard di Amerika Serikat, Sorborne di Perancis dan Universitas KH Abdul Chalim di Indonesia.

Peresmian IKHAC ditutup dengan seminar nasional yang menghadirkan guru besar yang expert dalam bidangnya. Hadir dalam seminar tersebut, Prof. Dr. KH. Husain Aziz. M.Ag, direktur pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Prof. Dr. H. Imam Bawani. M,Ag, Guru Besar bidang pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya. Dan ditutup dengan ceramah ilmiah tentang Manajemen Pendidikan Islam oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris. M.Ag selaku Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. [Eko David]

PERESMIAN PASCASARJANA INSTITUT PESANTREN KH ABDUL CHALIM PACET MOJOKERTO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *